MEGASUARA.com – Jakarta, Jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatera masih terganggu akibat dampak banjir dan longsor berat akhir November lalu, sehingga akses komunikasi darurat belum sepenuhnya pulih di beberapa titik. Kondisi ini memicu respons cepat dari pemerintah pusat untuk mengatasi kendala tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pengiriman perangkat komunikasi satelit Starlink ke daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana. Puluhan unit Starlink diluncurkan sebagai bagian dari upaya memulihkan koneksi internet darurat bagi warga dan tim tanggap bencana.
“Bantuan dari Bapak Presiden sudah diterima di Sumatera Utara. Perangkat komunikasi seperti Starlink sangat penting karena memungkinkan koordinasi penanganan bencana berjalan lebih efektif,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Selain Starlink, bantuan lain seperti generator listrik (genset), tenda pengungsi, dan logistik turut dikirimkan untuk meringankan beban warga terdampak di sejumlah titik, antara lain di Tapanuli Tengah, yang hingga kini masih mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
Dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga menyebabkan ribuan unit BTS (pancar telekomunikasi) rusak atau tidak berfungsi, sehingga sebagian wilayah masih mengalami blackout komunikasi. Upaya pemulihan jaringan oleh pemerintah dan pihak terkait masih terus berlangsung.
Pemasangan Starlink yang dilakukan bersama instansi terkait diharapkan dapat memberikan akses sementara kepada warga untuk berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi penting, dan mendukung koordinasi layanan darurat. Meski pemulihan infrastruktur telekomunikasi permanen menjadi prioritas, teknologi satelit ini berperan sebagai solusi cepat dalam situasi krisis.





